Monday, April 28, 2014

Rhinitis: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Apa itu Rhinitis?

Rhinitis adalah peradangan pada lapisan rongga hidung yang bisa disebabkan karena gejala alergi dan bisa juga disebabkan bukan karena alergi (Non-Alergi).

Rhinitis alergi biasanya terjadi ketika alergen tertentu yang mudah terbawa oleh udara terhirup oleh hidung. Rhinitis alergi ada yang terjadi secara musiman (seasonal allergic rhinitis: terjadi pada musim-musim tertentu misalnya saat musim semi dimana, banyak tanaman yang mengeluarkan serbuk sari), dan ada juga yang terjadi selama menahun (perrenial allergic rhinitis: biasanya disebabkan spora jamur, debu, bau-bauan tertentu, rokok, bulu hewan, dll)

Sedangkan untuk rhinitis non-alergi bisa disebabkan oleh alergen tertentu namun bukan karena faktor alergi, meskipun gejalanya sama seperti gejala rhinitis alergi.


Apa Penyebab Rhinitis?


Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi terjadi ketika sistem imun mendeteksi suatu alergen atau material asing. Kemudian sistem imun akan mencoba menyingkirkan alergen tersebut dengan cara menghasilkan senyawa histamin. Histamin itulah yang menyebabkan terjadinya gejala rhinitis seperti bersin-bersin.

Kebanyakan material alergen pemicu alergi tidaklah berbahaya, namun karena seseorang memiliki alergi pada material tersebut, maka tubuhnya akan merespon material alergen sebagai material asing yang dianggap berbahaya.

Rhinitis alergi yang disebabkan oleh serbuk sari misalnya, yang mana merupakan jenis seasonal allergic rhinitis, biasanya terjadi pada saat musim semi atau musim gugur. Maka penderita akan mudah bersin-bersin jika ada pada musim tersebut.

Rhinitis Non-Alergi (Non-Allergic Rhinitis)

Rhinitis non-alergi adalah jenis rhinitis yang lebih sukar untuk di diagnosa. Hal ini karena bukan disebabkan oleh alergen dan tidak melibatkan sistem imun.

Gejala dari rhinitis non-alergi bisa terjadi secara singkat dan bisa juga terjadi dalam jangka panjang. Penyebab utama yang umum terjadi yaitu akibat perubahan cuaca, perubahan suhu/temperatur, suhu dingin, kelembaban udara, perubahan keadaan hormon, stress, makanan tertentu, bau-bauan tertentu, asap rokok, dan polusi udara. Selain itu beberapa jenis rhinitis non-alergi bisa juga disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, serta faktor tekanan darah.

Beberapa gangguan rhinitis non-alergi juga bisa disebabkan karena kelainan struktur dalam rongga hidung, misalnya akibat salurannya yang sempit.


Siapa Yang Beresiko Terkena Rhinitis


Orang yang keluarganya memiliki riwayat alergi, beresiko lebih besar mengalami gejala rhinitis dari pada orang yang bukan keturunan alergi. Lalu orang-orang yang memiliki alergi makanan tertentu juga bisa berpotensi menderita rhinitis.

Apa Saja Gejala Rhinitis?

Ciri dan gejala rhinitis bervariasi dari yang ringan hingga yang parah. Secara umum gejala rhinitis akan menyerang rongga hidung, tenggorokan, dan mata. Berikut ini gejala-gejala yang mungkin terjadi:
  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat,
  • Tenggorokan gatal
  • Hidung ingusan
  • Hidung gatal
  • Mata gatal dan berair
  • Lendir di tenggorokan
  • Kehilangan penciuman
  • Letih
  • Batuk


Bagaimana Rhinitis di Diagnosa?

Untuk mendiagnosa rhinitis alergi, biasanya dokter akan melakukan pengecekan fisik dan melakukan tes alergi melalui tes darah atau melalu tes kulit (skin prick test). Dengan cara tersebut maka nantinya bisa ditentukan apakah seseorang menderita rhinitis alergi atau rhinitis non-alergi.


Bagaimana Rhinitis di Obati?

Cara terbaik untuk terhindar dari gejala rhinitis alergi adalah dengan menghindari alergen pemicunya. Jika Anda alergi pada bulu hewan, spora jamur, atau dengan alergen-alergen yang ada didalam rumah, maka Anda harus menjauhkannya. Jika Anda alergi terhadap serbuk sari atau terhadap alergen-alergen yang berasal di luar rumah, maka tutup rapat dan bersihkan rumah Anda secara rutin.

Jika Anda tidak dapat menghindari alergen pemicu alergi, biasanya obat-obatan seperti obat antihistamin, obat decongestan, dan obat semprot hidung khusus bisa membantu meringankan gejala yang muncul. Pilihan lain untuk mengobati rhinitis alergi yaitu dengan cara “allergy shots” atau Imunoterapi. Untuk mengetahuinya secara lebih lengkap, Anda bisa obrolkan dengan Dokter spesialis.

Sedangkan untuk meredakan gejala rhinitis non-alergi, bisa menggunakan obat semprot hidung Corticosteroid dan Antihistamin. Obat decongestan juga bisa digunakan jika mengalami hidung mampet. Apabila rhinitis terjadi karena masalah kelainan struktur rongga hidung, maka bisa diatasi dengan cara operasi.

Alternatif lain cara mengatasi rhinitis non-alergi adalah dengan pengobatan Akupunktur atau dengan pengobatan homeopathy. Selain itu, Anda juga bisa coba mengatasi gejala rhinitis secara alami berdasarkan panduan yang ada dalam ebook mengatasi bersin yang bisa anda dapatkan di situsnya www.mengatasibersin.com. Didalamnya terdapat panduan lengkap cara mengatasi gejala sering bersin-bersin akibat rhinitis non-alergi secara natural.

Sekian, semoga bermanfaat.